Kegiatan


Cek Toko Asiong menjadi Juara 1 Lomba Video Pendek BNPT

Denpasar, FKPT Babel- Debora Victoria Keren Pelajar SMK N 2 Pangkalpinang sukses mengharumkan nama  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di tingkat Nasional. Video pendek karya SMK N 2 Pangkalpinang yang berjudul “Cek Toko Asiong” sukses menjadi juara 1 dalam lomba video pendek yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2020. Atas prestasi tersebut Pelajar Putri kelahiran 2004 ini menerima hadiah Rp. 25 juta yang diserahkan pada kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (Rakornas FKPT) di the Westin Nusa Dua Bali, Selasa (15/12/2020) malam.

“tentu senang, bangga juga, semoga bisa menjadi motivasi untuk teman-teman sekolah di Bangka Belitung dan Indonesia,” ucapnya.  

Debora mengaku sejak awal  yakin bahwa karyanya mampu bersaing dengan ratusan film karya pelajar se – Indonesia, mengingat tahun-tahun sebelumnya karya anak SMK N 2 Pangkalpinang juga selalu masuk nominasi juara. Pada tahun-tahun sebelumnya SMK N 2 sudah berturut-turut memperoleh predikat juara dengan kategori cerita terbaik.

 “Cek Toko Asiong” mengisahkan tentang interaksi keseharian Imung dan Asiong. Imung seorang pemuda Melayu bekerja di toko kelontong milik orang Tionghoa bernama Koh Asiong. Film ini memotret hubungan kekeluargaan antar etnis di Bangka Belitung.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Babel, Sri Wahyuni yang mendampingi penyerahan hadiah, mengaku bangga dengan prestasi Debora melambungkan nama Babel di tingkat nasional.

“Ada ratusan mungkin seribuan video yang dikirim para pelajar se Indonesia. Kita dari Babel saja ada 17 video. Dan Alhamdulillah film karya Debora jadi juara pertama, sangat membanggakan kita,” ucapnya.

Prestasi ini bagi Sri Wahyuni sekali lagi membuktikan pelajar Babel kompetitif dan punya potensi besar. “Sebelum ini, pelajar kita sejak tiga tahun terakhir selalu masuk juara. Pelajar Tempilang pernah juara tiga, lalu pelajar Pangkalpinang juga tahun 2018 dan 2019 juara 1 kategori cerita terbaik, jadi untuk lomba broadcast pelajar kita langganan juara,” jelasnya berharap hal ini bisa memotivasi pelajar Babel lainnya untuk berprestasi di semua bidang.

Selain itu, prestasi ini juga menunjukkan keharmonisan kehidupan masyarakat Babel yang majemuk. Ini menurutnya bisa menjadi miniatur Indonesia.