Kegiatan


Guru di Babel Memprotes Tayangan Televisi yang Tak Mendukung Nasionalisme

Bangka Tengah, FKPT Center - Degradasi moral di kalangan pemuda yang mengakibatkannya mudah terpapar ideologi radikal, tak lepas dari kemajuan teknologi yang di antaranya nampak dari semakin beragamnya tayangan di media. Hal ini diungkapkan seorang tenaga pendidik di Bangka Belitung, memprotes tayangan televisi yang yang mendukung peningkatan nasionalisme. 
 
Feri, guru dari SMA Negeri 1 Tempilang, menyampaikan hal tersebut di sesi tanya jawab kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme yang dilaksanakan oleh BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Kamis (15/10/2020). Ia meminta tanggapan pemateri kegiatan. 
 
"Harus diakui lembaga sensor perfilman kita memang belum sepenuhnya mendukung edukias bagi pelajar dan pemuda," jawab Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan FKPT Bangka Belitung, Muhammad Anshori, merespon pertanyaan itu. 
 
Anhori menambahkan, untuk itu literasi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan pemuda harus terus ditingkatkan. "Salah satu bentuk literasi  dalam kegiatan ini. Di sini disampaikan pengetahuan-pengetahuan seputar bahaya ideologi radikal dan pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang ada," tambahnya. 
 
Hal lain yang bisa dilakukan untuk menjaga pemuda dari paparan ideologi radikal terorisme adalah membekalinya dengan ajaran agama yang moderat. Ini akan mendorong pelajar dan pemuda memiliki kepekaan saling menghargai dan menghormati, termasuk dengan antarumat beragama dalam aktifitas sosial yang dijalaninya. 
 
Sementara Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat pemberdayaan Masyarakat BNPT, Letnan Kolonel (Laut) Setyo Pranowo, di kesempatan yang sama mengungkapkan, proses pembentukan seseorang hingga menjadi pelaku terorisme terjadi secara bertahap. Dimulai dari sikap intoleran, menjadi radikal, dan kemungkinan besar akan menjadi aktor terorisme. 
 
"Nah proses radikalisasi itu tidak selalu karena faktor agama. Bisa juga karena pengaruh tontonan. Karena itu bijak adalah pilihan tepat, yaitu penuhi kebutuhan pengetahuan kita serta tidak mudah termakan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial," pungkas Setyo. 
 
Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT, di antaranya diisi dengan dialog dan nonton bareng film bertemakan perdamaian. Peserta juga diajak belajar memproduksi video pendek dengan gawai, sebagai bagian dari pembejalaran membuat konten positif kontrapropaganda terhadap ideologi radikal terorisme. [shk/shk]