Kegiatan


Empat Aktifitas Peningkatan Kapasitas Pemuda Agar Terhindar dari Terorisme

Bangka Tengah, FKPT Center - Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bangka Belitung, Muhammad Anshori,  menegaskan pemuda merupakan salah satu kelompok yang paling diincar dalam perekrutan oleh jaringan pelaku terorisme. Untuk langkah pencegahan, peningkatan kapasitas pemuda menjadi sebuah keharusan. 
 
Hal ini disampaikan Anshori saat menjadi pemateri  di kegiatan dialog Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan oleh BNPT dan FKPT Bangka Belitung di Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (15/10/2020). Karakteristik pemuda yang cenderung labil, minim pengetahuan, dan memiliki rasa ingin tahu yang besar, merupakan kelemahan yang menjadikan pemuda akan dengan mudah diperdaya jaringan pelaku terorisme. 
 
"Satu lagi yang juga menjadi sasaran pelaku adalah pemuda yang selalu tidak puas dengan keadaan. Kritis akan sebuah keadaan bagus,  tapi kekritisan kita harus  diimbangi dengan pengetahuan yang cukup," tegas Anshori.
 
Untuk meningkatkan kapasitas dan kecerdasan pemuda, Anshori menambahkan, mengikuti kegiatan-kegiatan positif seperti yang dilaksanakan BNPT dan FKPT adalah salah satu caranya. "Di sini kita akan belajar pentingnya menjaga rasa nasionalisme, menjaga keragaman Indonesia, sehingga mampu menjadi bekal untuk melindungi diri dari bahaya ideologi radikal terorisme," ujarnya. 
 
Anshori juga menawarkan 4 macam aktifitas yang disebutnya mampu menambah kapasitas pemuda. Pertama, menanamkan pelajaran agama yang moderat sehingga pemuda mampu tumbuh dalam budaya toleransi. 
 
"Mendalami agama yang moderat akan mendorong kita jadi pribadi yang mampu menghargai perbedaan yang kita temukan dalam bermasyarakat," kata Anshori. 
 
Aktifitas kedua dan ketiga, masih kata Anshori menjadi domain pihak-pihak di luar pribadi seorang pemuda untuk melakukannya. Yaitu filterisasi budaya dan kontinuitas kebijakan yang menyejahterakan. Sementara aktifitas keempat adalah revitalisasi kearifan lokal. "Anak-anak sekarang mungkin tidak lagi mengenal budaya leluhur yang mendamaikan. Hal itu harus kembali dibumikan dengan pendekatan yang lebih mudah diterima oleh pemuda," pungkasnya. 
 
Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT, di antaranya diisi dengan dialog dan nonton bareng film bertemakan perdamaian. Peserta juga diajak belajar memproduksi video pendek dengan gawai, sebagai bagian dari pembejalaran membuat konten positif kontrapropaganda terhadap ideologi radikal terorisme. [shk/shk]